Yogyakarta
+62818465787
info@imajifes.com

Prof. M. Dwi Marianto Mendukung ImajiFes 2020

Yogyakarta, IMAJIFES.com – Perwakilan panitia Kompetisi Nasional Online Seni Visual Indonesia ImajiFes 2020, Tomy Widiyatno Taslim, bersilaturahmi ke kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta (04/06), khususnya bertemu dengan Prof. M. Dwi Marianto, MFA., Ph.D. Silaturahmi dilakukan dalam rangka meminta saran atau advis berkaitan dengan rencana penyelenggaraan ImajiFes 2020. Setelah melalui diskusi yang hangat tentang seni, daya hidup, dan keragaman sumber daya semesta di ruang Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Prof. Dwi menyatakan berkenan mendukung dan menjadi advisor ImajiFes 2020.

“Sebaiknya, apapun yang dilakukan harus memberikan daya hidup, menghidupkan kegembiraan. Selain itu, kesadaran simultan, bersama-sama, penting terus digemakan. Bagaimana mungkin hidup sendiri? Keterhubungan ini menjadi kearifan manusia dalam keseharian yang penuh dengan keberagaman. Saya mendukung..” demikian disampaikan Guru Besar Seni Rupa ISI Yogyakarta, M. Dwi Marianto.

Dalam pernyataannya, Dwi Marianto menegaskan 3 pendekatan penting yang perlu dilakukan. Pertama, ekologis. Kemudian yang kedua sin estetik. Ketiga, multimodalitas. Ketiga pendekatan ini harus diperhatikan oleh ImajiFes dalam berproses agar bisa tumbuh dan berkembang.

Pendekatan ekologis menggarisbawahi bahwa seluruh kegiatan didedikasikan untuk memberi daya hidup. Hal ini tidak saja mengenai kepedulian terhadap lingkungan-semesta harus ditanamkan dan dijaga, tetapi juga menjadikan aktivitas sebagai sesuatu yang menggembirakan. Keberlanjutan, kesinambungan, menjadi kata kunci dalam pendekatan ekologis, yang juga diperkuat dengan pendekatan sin estetik dan multimodalitas.

Kemudian pendekatan sin estetik. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus, bahwa indra yang dimiliki manusia tidak berdiri sendiri. Semuanya saling melengkapi dan secara simultan-bersama memberikan manfaat. Indra penglihatan, penciuman, pendengaran, dll. Interconnected, integral. Kesadaran terhadap peran indra ini menjadikan manusia bisa lebih imajinatif di dalam mengolah sumber daya yang ada menjadi sebuah atau beberapa buah karya. Harapannya karya yang dihasilkan bisa menempel di benak publik/audiens dan memberikan pengaruh baik.

Pendekatan ketiga adalah multimodalitas. Kata dasarnya adalah moda, cara. Kesadaran bahwa apa yang terdapat di alam semesta ini serba terhubung. Manusia dengan caranya masing-masing yang unik melakukan otak-atik-gathuk, assembling, menyambungkan, menghubungkan apa yang telah ada. Kemudian terjadi crossculture – crossmedia, interculture – intermedia, dan multiculture – multimedia.   

Dwi Marianto menegaskan, bahwa keluarga, komunitas, kota, pulau, dan negara, pada prinsipnya terhubung. Tidak terlepas. Di permukaan tampak terpisah. Seperti sebuah pulau. Tetapi di dalam-dasarnya terhubung. ImajiFes perlu memahami hal ini dan mempraktikkannya dalam kerja-kerjanya.

 

%d bloggers like this: