Yogyakarta
+62818465787
info@imajifes.com

Sedyatmo

Prof. Dr. (HC) Ir. RM. Sedyatmo atau Sedijatmo atau Sediyatmo (lahir di KaranganyarJawa Tengah, 24 Oktober 1909 – meninggal di Jakarta, 15 Juli 1984) adalah salah satu tokoh insinyur sipil Indonesia, cendekiawan, praktisi, ilmuwan dan guru besar Institut Teknologi Bandung. Intuisinya mencetuskan daya cipta dan memberikan manfaat untuk dunia. Pondasi cakar ayam adalah hasil temuannya pada tahun 1961 dan diakui dunia internasional.

Sistem pondasi cakar ayam mendapat pengakuan paten internasional di 40 negara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, India, RRC, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Arab Saudi, Bahrain, Srilanka, Brazil, Qatar, Uni Soviet, Burma, Mesir, Afrika Selatan, Portugal, Spanyol, Argentina, Cile, Australia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Maroko, Jerman Barat, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda, dan Denmark.

Sedyatmo pernah mendapatkan beberapa Satya Lencana Pembangunan dari Pemerintah, juga Anugerah Pendidikan, Pengabdian dan Ilmu Pengetahuan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, serta Piagam Penghargaan Departemen Pertanian. Ia juga menerima penghargaan Doctor Honoris Causa dari Institut Teknologi Bandung.

Sebagai penghargaan atas karyanya, Sedyatmo juga diangkat sebagai anggota luar biasa dari US National Research Council (Divison of Engineering). Bahkan kampus teknik terbesar di Jerman Technische Hochschule Aachen (sekarang RWTH Aachen University) pada saat itu juga telah memasukkan penemuan pondasi sistem Cakar Ayam ke dalam kurikulum pendidikannya. Presiden Perancis de Gaulle pada tahun 1969 memberikan tanda jasa kepada Sedyatmo, berdasarkan ‘Outstanding Contributons to Technological Knowledge’, setelah ia berhasil memimpin proyek Jatiluhur. Pemerintah Perancis bahkan telah mengangkatnya menjadi Chevaller de la Legion d’Honnoeur. Pondasi ini mampu menahan berat pesawat hingga 2000 ton. Penemuannya ini tekah dipublikasikan dalam beberapa majalah luar negeri seperti Traffic Enginering, Le Genie Civil, dll. Bahkan publikasinya dalam majalah Foreign Research News, membuat Sedyatmo memperoleh penghargaan dari Highway Research Board sebagai supporting member, seperti dikutip dari Harian Kompas, 7 April 1971.

Sumber : Wikipedia | Biografi Indonesia | kompas.com

%d bloggers like this: